Rabu, 05 Februari 2014

sebuah pos yang mungkin anda lewatkan

penghujung januari 2014,

sama seperti membaca nama anda
saya harus diam diam lantang menyimpannya
menderu kadang kaku
tetap mencari tau
saya terus tunggu

terimakasih Tuhan telah menciptakan kata kata, menyelipkan berbagai emosi di dalam celupan pekat perasaan yang aneh

jika anda ragu saya melewatkannya,
untuk apa saya melihat pantulan wajah anda dalam cangkir saya?

Rabu, 15 Januari 2014

bunyi

pada bulan purnama dalam kornea mata ku berdoa
tak ada yang sia sia
selalu ada alasan untuk tetap disini

Tuhan tau
Tuhan biarkan aku bernyanyi
Tuhan mendengar seruan pagi
sampai mati aku tak berhenti

Selasa, 14 Januari 2014

arus dan angin

berbeda dengannya yang begitu kencang arusnya
mengisahkan perahu hampir oleng dihempas angin

lalu apakah bahagia dapat disamakan dengan permukaan air tenang
sementara dalam layar hampir tenggelam kita masih bisa tertawa?

arus tenang memang lebih bisa mengantar kita ke tujuan,
tapi seumur hidup kita kehilangan momentum dimana angin ribut membuat kita berpegangan lebih kencang dari biasanya

maaf,permainan ini terlalu bosan dan biasa saja..

Kamis, 10 Oktober 2013

pendam

iringi nyanyianmu sementara aku mencarinya
dendrit - dendrit kelelahan bekerja sama
bahkan kontradiksi membelah dua tujuan
arahnya tak lagi sama dan menjadi - jadi

jangan coba mencari tau
aku hanya ingin menikmatimu lewat jendela
jaraknya tidak terlalu dekat
tidak juga jauh..
cukup membumbui inspirasi kehilangan


pahami hidupmu dan berkali - kali ku bilang,
Tuhan lebih tau..



Selasa, 08 Oktober 2013

sesekali

karena mekarnya rafflesia arnoldi  tidak terjadi setiap hari,
istimewa berlaku untuk sesuatu yang sesekali

alam menjadi guru seni

Senin, 07 Oktober 2013

diksi yang lancang

rasanya seperti cahaya kembang api, perlahan terpercik melawan gravitasi. warnanya berganti, pada warna yang paling indah ia berhenti..sehingga kita harus menyalakannya lagi dan lagi..

entah berapa lama aku kagum saat senja semakin merunduk.
Tuhan menciptakan angin dan hujan dalam diamnya.
jalan ini berganti dipenuhi daun daun kuning basah,
dalam jatuhnya mereka tak membenci ranting

bahkan ia tau alasannya.
jelas semua sama.
hanya saja inspirasiku datang terlambat.
gagal membelah diri
menyusuri bunyi hati.

diksimu lancang sekali

Jumat, 04 Oktober 2013

dinamika

karena pada saatnya, selalu ada satu nama yang tak gentar untuk pergi.
seolah olah menahan diri tetap pada rusuknya.

jangan pernah menyalahi rindu tanpa pertemuan, atau mencari arti perpisahan beserta tololnya cinta tak harus memiliki

aku..akan selalu menikmati senyummu sebelum reff
bahkan tertawa haru menangisi air matamu.


cinta sebodoh aku yang menyukaimu.