Sabtu, 31 Oktober 2015

ibuku, aku, dan anak-anakku nanti

Aku mungkin masih akan hidup di tahun-tahun mendatang. Kepalaku semakin sibuk mempersiapkan diri jadi ibu. Perempuan atau laki laki tak masalah. Semua sama saja.

aku sering berkelana membayangkan bagaimana menyisir rambut bayi, atau mungkin belum perlu disisir. Kata orang jika bulu matanya ingin lentik harus dicukur dulu, apa harus aku lakukan itu?

kelak aku akan membiarkan anakku bermain hujan. Akan kusuruh dia menari nari, berputar, dan berterima kasih. Karena tanpa air tak ada kehidupan.

di hari sabtu kita akan meletakkan biji kacang hijau diatas kapas basah, lalu anakku akan bahagia melihatnya besok. Ia akan takjub melihat kecambah, sedangkan aku takjub dengan senyum senangnya.

jika lelah kita bisa saling memijit. Aku bisa berbaring telungkup, sementara ia menjaga keseimbangan berjalan di punggung.

setiap pagi aku akan mengajaknya duduk di depan rumah, mendengar suara burung. Jika tidak ada burung, melihat semut juga bisa. Akan kuletakkan sebongkah gula batu, kurasa ia bisa belajar  bagaimana semut bekerja sama mengangkat gula.

di malam hari mungkin kita bisa berkhayal apa saja yang menyenangkan. Menanyakan sebesar apa mimpinya, mau jadi apa dia. Pemahat patung atau pelukis, bisa juga penyanyi.
Pembuat robot, dokter bedah, atlet renang, guru, aktivis.semuanya menarik.

Kalau ia suka, akan kuajari jari jarinya bermain piano. Karena badannya masih kecil kita akan duduk sebangku.ia di depan.. aku tau aku akan sibuk memainkan jarinya di atas tuts piano, apalagi sambil bernyanyi.

Lalu aku akan memeluknya dan menyampaikan kalau musik baik untuknya. Ia bisa belajar mendengar perasaan. Karena aku akan sangat mengandalkannya untuk jadi anak yang tersenyum saat marah dan menangis saat bahagia.


aku, bahkan berseďia meninggalkan karir untuk mengasuh calon anakku. Karena aku tau, ibuku menyekolahkan aku sampai jadi wisudawan terbaik bukan untuk mencari pekerjaan, melainkan membekali  aku untuk jadi ibu yang baik, bagi anak-anaknya nanti.

mencari teman pun (ternyata) ada batasnya

29 september 2015

aku menginginkanmu pada malam malam yang sama
pada angin yang sama
cahaya yang sama
rasa yang sama

terlalu banyak yang tak bisa dimiliki
terlalu banyak yang terlanjur jauh
terlalu banyak kisah kisah sama menjerumuskan arti nama kita

Lalu sepasang anak kecil mulai kebingungan


dalam kebingungan itu kami saling mencari

kalaupun ini cinta sendiri,
tak apa aku mati berdiri.

Rabu, 09 September 2015

Arsitek, bukan cuma tukang gambar?

Dear life,
belakangan ini gw kayaknya terserang krisis kepercayaan diri. belakangan ini banyak banget temen gw yang semakin gila. gila ide-idenya, gila kerjaannya, gila semangatnya buat lebih maju dari apa yang mereka capai sekarang. gw bukannya ngga seneng ngeliat temen-temen gw ngejar mimpinya, im totally happy, cuma ada  rasa malu aja kenapa gw ngga bisa kayak mereka.

gw dapet piagam lulusan terbaik waktu itu. gw juga pernah naik ke atas panggung, nerima ucapan selamat dari ketua panitia lomba desain open space, karena karya kelompok gw yg terbaik waktu itu. tapi sekarang gw merasa semua itu kayak angin. bisa pergi gitu aja, seenaknya, ga bakal lama bisa dinikmati dan akan terus bergerak.

gw kerja di salah satu developer. dan kerjaan gw sebagai seorang arsitek lanskap adalah, bukan gambar, bukan bikin konsep desain, apalagi ngerender gambar 3D.
gw ngga disibukkan dengan autoCAD, photoshop, google sketchup. tapi gw disibukkan dengan microsoft excel, kalkulator, dan kertas coret-coretan.

ya, gw arsitek lanskap yang ngga bisa gambar. yang ngga punya pengetahuan banyak soal tanaman.
gw minder? IYA.
gw salah jurusan? MUNGKIN IYA.
gw arsitek lanskap ngga berguna? NGGA SEPARAH ITU JUGA.

otak gw diperes untuk bikin budget landscape maintenance, gw harus tau biaya perawatan landscape untuk area 7200 sekian hektar. pusing? banget.
selain itu gw harus bikin rules nya buat masing-masing pekerjaannya mau kayak gimana, berapa orang yang dibutuhin, berapa liter bensin yang dipake, berapa volume air yang dibutuhin buat penyiraman, berapa harga insektisida, satu liter insektisida bisa buat semprot berapa pohon?

semua yang gw lakukan setiap hari berhubungan dengan angka.

yang harus gw lakukan adalah, menyukai matematika lebih dari apapun, dan pake akal sehat untuk ngasih angka. salah prediksi sedikit aja, mampuslah gw. berapa tukang pangkas, tukang sapu, tukang angkut sampah yg terdzalimi gara-gara gw salah ngitung.

waktu kuliah, ada dosen yang bilang, orang indonesia mudah untuk membuat sesuatu, tapi susah banget buat memaintain apa yang udah dibuat.

dan itu, bener-bener terjadi sekarang. hidup di pikiran gw setiap kali gw duduk di depan komputer kantor disaat gw harus nyusun budget. gw bisa aja ngitung se detail mungkin. ngasih harga se manusiawi mungkin. tapi kalo dari rules atasan-atasannya yang ngga bisa kompromi ngasih budget, gw bisa apa? gw cuma bawahan yang berharap semoga itungan gw dipake, seengganya tahun depan tukang-tukang digaji sesuai sama pekerjannya. sesuai sama standar  perawatan ideal di buku-buku perpustakaan kampus.

jadi ya, kalau ada yang nanya, apa arsitek harus bisa gambar?
jawabannya, ngga juga.
ilmu landscape ngga sedangkal itu.


to: landscapers 46
gw selalu pengen kayak kalian loh, dear landscape designer. tapi apa daya, gw ga bisa apa-apa.
gw cuma bisa ngitung maintenance hasil karya desain kalian.
ganbatte!












Rabu, 29 Juli 2015

bule



gw punya temen sebenernya namanya mariska nadya ramadhani. cuma karena dia putih dan kalo senyum matanya ilang jadilah anak ini dipanggil bule.

bule yang gw kenal 5 tahun yang lalu, yang gw pikir orang bule beneran. dia selalu manggil bapaknya dengan sebutan sayang papah. 
dia orang yang pertama gw bangunin di kosan (gw tiap hari bangunin anak-anak, ngetok-ngetok pintunya sampe bangun,kadang hampir gw dobrak karna tidurnya pada kebo). 

terlalu banyak kata-kata buat mendeskripsikan seorang bule. dia tinggi, putih, bahenol, waktu kuliah makannya nasi sama tempe penyet mulu, bulan mei yang lalu alhamdulillah makannya berkembang jadi nasi, tempe penyet, sama cumi. kemajuan.

waktu kosan kebanjiran gw kasian banget sama bule, dia lagi ga ada di kosan. dan gw tau persis dia selalu numpuk buku-bukunya di lantai. gw kasian sama bukunya (sebenernya). tapi ga bisa masuk ke dalem kamarnya karna dikunci.

suatu malam sekitar jam 2 pagi, kita ngerjain gambar di kamar masing-masing (gw, bule, mira, sama gonjes satu kosan waktu itu). ga ada angin ga ada apa-apa bule dateng ke kamar gw, nangis. laptopnya mati. tugasnya belom di save. terus gw juga jadi ikut nangis. bukan karena laptopnya bule, tapi karena tugas gw juga belom selesai dan gw ngerasa salah jurusan. kita nangis-nangisan bareng di kamar gw. sekitar 5 menit kemudian gonjes sama mira pun ngerasa hal yang sama. jadilah ada 4 cewe tengah malem nangis-nangis.di kamar gw.

meskipun gitu, bule jago banget di mata kuliah yang agak eksak. bayangin aja, disaat anak-anak dapet nilai D di mata kuliah ilmu tanah, dia malah ngambil mata kuliah agrogeologi (kalo ga salah). itu isinya nama-nama batuan. dan dia hapal semua nama-nama batunya :'))

biasanya gw sama gonjes suka ngintip ke kamar bule, kalo kakinya yang keliatan berarti bule lagi tidur, kalo kakinya ga keliatan berarti bule masih belajar.hahaha. pokoknya patokan kita si bule. kalo dia masih belajar, berarti kita lanjut belajar. kalo dia tidur, kita tidur juga.

bule sering banget di bully, apalagi kalo lagi pake baju merah pas kuliah tengah hari. anak-anak bilang 'bule seger banget kayak semangka'. gitu. terus yang lain ketawa. pokoknya se kumel apapun kita sekelas, yang paling seger pasti bule.

dia anaknya gampang laper. suka loose control kalo liat makanan. tapi hebatnya dia ga berusaha tuh untuk diet. santai aja, apa adanya. dia tetep jadi diri sendiri.

waktu itu gw sempet ke pulau pari bareng sama bule. di pantai bintang dia ngomong sama semut-semut. gw cuma geleng-geleng kepala aja sambil mikir ini anak ada dosanya apa ngga ya.

suatu saat nanti pasti akan ada cowo yang bisa ngeliat uniknya anak ini, yang bisa belajar gimana caranya jadi diri sendiri dan ga ngikutin orang lain. yang bisa belajar dari lo gimana caranya ngga pernah marah. 

semangat terus, le !!



Minggu, 14 Juni 2015

1997-2015

aku punya seorang ibu. ibunya ibuku tapi aku memanggilnya ibu. aku menulis ini tepat disampingnya. ia sedang memakai kemeja putih lusuh dan celana panjang biru laut. entah sudah berapa ribu kali kami menyuruhnya berganti baju yang lebih bagus, tapi tetap tidak dilakukannya. bekasi terlalu panas untuk daster bunga bunga lengan panjang yang harusnya ia kenakan saat ini. tidak terlalu masalah jika tetangga tidak berpikir kami tidak memberikan uang untuk membeli daster baru.

ia seorang perempuan paruh baya. oh tidak, bahkan lebih dari paruh baya. rambutnya putih, kulitnya keriput. diantara kulitnya yang keriput ada bekas bekas cipratan minyak. bagaimanapun juga ia koki nomor satu di komplek ini. seluruh tetangga mengakuinya.

meskipun sudah sepuh setiap pagi ia mandi, memakai bedak dan menggambar alis. tidak simetris seperti 30 tahunan yang lalu saat ia masih merias pengantin, tapi cukup untuk sepasang lengkungan alis palsu sepanjang hari. itu membuatnya terlihat muda.

aku seringkali melihatnya tidur. dan berterima kasih kepada Tuhan bahwa wanita di sampingku ini adalah orang yang sama, di tempat yang sama, melakukan hal yang sama sejak tahun 1997. dulu aku selalu belajar di malam hari, di meja dan bangku yang sama dan di sebelahku ia duduk sampai tertidur. kau tau, kadang tak perlu ada kata kata untuk membuat sesuatu menjadi seindah ini belasan tahun ke depan. aku sudah tidak lagi belajar, aku pegawai swasta dan penyanyi paruh waktu. sudah lama sekali aku ingin menulis tentangnya.

melihatnya tertidur seperti ini aku bertahan sekuat tenaga untuk tidak menangis. jelas tidak mungkin. aku, terlatih untuk menangis tanpa suara, terlahir untuk bernyanyi dan menulis cerita seperti ini. seringkali kata orang memang benar, yang paling banyak tertawa diluar sana adalah yang paling lembut hatinya.

31 maret 2009 aku membaca namaku di mading. senyumku mengembang. di hari ulang tahunnya aku diterima di universitas negri. matanya berkaca kaca. selalu seperti itu di momen momen ulang tahun, saat ada kabar gembira darimana saja. ia senang, aku jauh lebih senang.

aku punya banyak piala. dan wanita terlahir sebagai ahli sejarah yang bisa mengingat semua hal manis dalam hidupnya. ia juga berkaca kaca selalu setiap aku membawa benda itu. piala. ia mungkin senang sekali sampai ingin menangis.

dulu aku pernah ingin berhenti bernyanyi. tapi ia menolaknya mentah mentah. aku menangis, dia juga.

keadaan sudah jauh berubah dari beberapa tahun ini. jauh lebih baik. jauh lebih normal. namun perubahan akan terjadi lagi, terus dan tidak selamanya menyenangkan. aku tau suka tidak suka setiap dari kita akan sendirian. menyesuaikan keadaan. orang orang datang dan pergi. ada beberapa yang bertahan lama, terlalu mustahil untuk abadi.

aku menyukai wanita yang kusebut ibuku.
aku menyukainya seperti  aku menyukai petrichor dan hujan.
aku menyukainya seperti aku menyukai lampu,layang layang,dan kotak musik.

Tuhan jaga ibuku.

Senin, 08 Juni 2015

Teduh

hanya saja aku belum cukup pintar memilih, bagaimana membalas harimu. banyak hal tersirat dalam teduh, padahal aku tak sengaja menemukannya.

kalau saja dunia mengetahuinya, aku malu. apa masih ada jatuh cinta yang seperti ini.
apa benar tidak adil bagimu?
atau rindu hanya sebuah rasa yang tidak perlu ditunggu, tidak perlu memiliki, tidak untuk dipikirkan secara ilmiah sehingga banyak alasan meninggalkan?

seteduh angin malam yang menunggu pagi.
seperti daratan tertiup angin laut.
wajahmu itu :)

Kamis, 14 Mei 2015

"Kerja mah apa aja, yang penting capek" -@pidibaiq-



Here i am, 
setahun tepat kerja di developer yang katanya terkenal ini, ga berasa juga setahun ya. udah ganti ID card 4 kali, 1 ganti desain , 3 nya lagi ilang. setiap ilang kena denda 50rb. ngeselin emang.haha.

dari abis sidang skripsi gw emang apply disini untuk jadi environment landscape supervisor, tapi karna ga ada kabar gw pun melanglang buana interview di tempat lain. dari mulai developer, konsultan landscape, bank, sampe selama 3 bulan cari kerja dan hampir putus asa pengen jadi ibu rumah tangga aja. 

ada beberapa perusahaan yang nerima gw waktu itu, tapi karena suasana kerjanya ga enak, gajinya kecil, jauh, dan alasan lainnya gw ga ambil tawaran itu. awal interview pun gw harus kehilangan dompet dan jam tangan di stasiun manggarai. saat itu di dompet ada uang buat bayar wisuda. anehnya, kejadian dompet ilang gw ngga kesel, gw justru berdoa supaya gantinya dapet kerjaan yang baik (tumben lagi bener anaknya).

sehari sebelum wisuda, ada email masuk dari HRD Lippo Cikarang, namanya dea. dia nawarin kerjaan di lippo tapi di posisi lain, yaitu research and development di divisi town management. ngeri abis. karena putus asa ya gw dateng aja interview. sehari sebelumnya gw baca dulu kitab landscape maintenance, biar ga bego-bego amat kalo ditanya. karena ga tau cikarang itu di belahan bumi mana, gw dianter sama pacar (sekarang mantan hahaha) yang kebetulan kerja di daerah yang ga jauh dari situ juga. 

pertama kali interview gw dibikin nangis sama HRDnya ini. mbak dea emang sialan jago banget mancing emosi gw. lagian nyuruh nyeritain tentang keluarga, ya ga shanggup lah gw menahan air mata.hahaha anjir. gw tau gw rocker, tapi hati hello kitty.

skip.

pokoknya gw hari itu gembel banget. pake kemeja lusuh, rok hitam se dengkul, sama flatshoes gw yang udah mau rusak hak nya. maklumlah selama kuliah gw pake sneakers, mana punya gw sepatu cantik buat kerja, ada juga buat nyanyi yang heelsnya 7 cm. karena gw pikir ini kerjaannya bakal di lapangan yaudah gw ga dandan. biar keliatan anak lapangan banget :')))

dari HRD ketemulah gw sama manager environment, namanya pak asep. diinterview cuma 5 menit, selesai. dia cuma liat transkrip nilai gw waktu itu dan langsung oke. (dia ga tau aja itu semua fiktif.LOL!).lanjut ke interview selanjutnya, sama GM town managementnya langsung. buset deg degannya setengah mati. masa cuma interview level staff mesti sama GM nya juga. namanya endang sutrisna. dalam bayangan gw dia bapak-bapak muka sunda yang badannya gede dan kulitnya coklat mungkin juga kumisan dengan cara ngomong ala ala orang sunda. ternyata gw salah. dia putih, sipit, pake kacamata, muka cina, ngomongnya keras.HAHAHA.

gw disuruh nyeritain tentang skripsi gw, tujuannya apa, terus selama kuliah ngapain aja (gw pengen banget jawab ngeband,pacaran,sama tidur di kelas tapi kan ga mungkin). gw disuruh jelasin kepentingannya landscape maintenance apa untuk area lippo cikarang yg notabene ada residensial, komersial, sama industri.

kalo sekarang gw ditanya itu, gw bakal jawab "lanskap di lippo berperan dalam identitas suatu developer. bagaimana developer menciptakan suasanya aman dan nyaman bagi customer. juga meningkatkan nilai jual kawasan ini baik area residensial, komersial, dan industri pak".
tapi karena waktu itu gw ngeblank abis, gw cuma jawab "lanskap disini berperan dalam keseimbangan ekologi yang ada di kawasan ini pak, apalagi disini ada kawasan industri yang berpolusi"

WHAT A...bego banget jawaban gw. gw ga mau ngomong itu. itu ga nyambung. tapi apa mau dikata itu yang keluar dari mulut gw. yaudah gw keluar ruangan GM itu dengan lemes. pasti ga diterima ini mah.

BEBERAPA HARI KEMUDIAN.

gw dikirimin email disuruh ngisi beberapa pertanyaan psikotest, terus gw jawab dan langsung keliatan hasilnya : 50% melancolis, 50% plegmatis. HAHAHA. bener banget kan ya. tanpa disangka-sangka gw di tlp juga buat tanda tangan kontrak. KETERIMA LOH INI!! WIHIIIIII!

akhirnya masuk juga pertama kali, dapet meja persis di depan meja pak endang, GM yang interview gw. hari pertama kerja gw dikenalin keliling se kantor. kebetulan anak baru yang satu lagi namanya rizki. jadi pas kita dikenalin semuanya langsung inget nama gw, rizka-rizki hahaha. (si rizki bagian sipil, dan cuma bertahan sebulan di lippo).

kerjaan gw sehari-hari ya keliling area bareng supervisor, ngitungin area yang mau di develop, bikin BQ, bikin planning maintenance, ngitung harga satuan, ngitungin area landscape se Lippo (kalo jalannya semua lurus gw rasa ngelilingin lippo udah kayak dari bekasi ke banten), bikin desain, sampe bantuin si GM buat ngatur jadwal meeting segala pas sekretarisnya resign.

dari yang tadinya di ruangan sepi, lama-lama jadi rame makin banyak anak barunya yang muda-muda, yang masih suka ketawa-tawa di lorong kantor berasa di kampus. gw ketemu sama banyak orang dan macem-macem divisi. engineering,arsitek,sipil,infrastruktur,pentolan-pentolannya di dunia properti lah! gw terbiasa ngeliat orang proyek bawa-bawa teodolit, mobil tangki buat nyiram tanaman, semua yang diajarin di kuliah.

masuk-masuk langsung disuruh ngitung harga tender buat pengangkutan sampah (gila aja kali pengangkutan sampah dan kebersihan masuk juga ke divisi environment.it means itu tugas gw juga buat bikin planning). hahaha. ngerasa bego aja disini, ga ngerti apa-apa, volume sampah untuk 1 rumah, 1 ruko aja gw ga tau berapa..tapi makin lama semakin banyak tau.

ternyata ada 2 cowok anak kampus gw yang anak environment juga. tri sama habib. tri pernah satu kelompok sama gw waktu ospek, habib ternyata sahabatan sama mantan gw di ipb dulu. yaelah, sempit banget dunia. gw juga kenal deva, sebenernya dia udah punya anak 2, tapi mainnya masih sama kita. jadi lah kemana-mana berlima sama satu lagi sekretarisnya GM, namanya venti.
gw sama venti di management office, namanya easton. sedangkan habib,tri,deva di blok H. basecampnya anak-anak lapangan.

kehidupan di easton sama di blok H beda banget. di easton lo ketemu orang-orang stylish yang dandan, ceweknya pake heels, cowonya pake kemeja body fit, gedungnya bagus, kantor pada umumnya lah. sedangkan blok H adalah bangunan sederhana di area industri, sebelahnya gudang yang isinya mobil operasional semacam tangki air, roadsweeper, pick up, escavator, peralatan pangkas, mesin fogging, dan segala macam boys stuff.

dan sekarang disinilah gw, pindah ke blok H karena bos gw susah kalo harus bolak-balik blok H-Easton. di blok H ini , ceweknya cuma 5 orang, sisanya bapak-bapak maupun cowo yang belom nikah, semuanya orang lapangan. mereka yang sehari-hari pake baju seragam lapangan + safety shoes. kemana-mana naik motor lippo (motornya di modifikasi kayak motor patroli, ada stikernya town management di bodynya). 

gw jadi merasa keren aja kalo ke lapangan pake safety shoes sambil bawa-bawa meteran dorong. kesannya cool gitu. padahal mah panas-panasan, ngukur buat bikin peta hahaha. kebangetan juga sih developer segede ini ga ada detail petanya. jadi lah gw harus turun langsung.

tapi sejauh ini, gw menikmati hari-hari gw di blok H. suasananya yang santai, musholla rumah pohon, ayunan dan sofa di depan kantor. gw suka kesederhanaan tempat dan orang-orang disini. sebagian kita bilang ini bukan kantor, tapi basecamp tempat ngumpul ketawa-tawa menjelang sore sambil ngopi, atau duduk-duduk di ayunan kalo lagi bete (kebanyakan yang duduk disini sekalian nyari sinyal, karena di dalem bangunan ga ada sinyal sama sekali :'))) ).

orang-orang lapangan yang selalu kepanasan, keujanan, yang selalu siap ke lapangan kalo ada masalah. dimarah-marahin customer, dimarah-marahin bos, dengan gaji yang biasa-biasa aja tapi resiko kerjanya dikasih golok sama preman. mereka ini yang buat kota jadi aman nyaman (ceileh).

dari mulai pohon tumbang, orang mabok nabrak pohon, nemuin mayat di danau, tukang pangkas kepatok ular, proyek bikin bukit teletubis, customer ada yang digigit anjing, kasur customer yang dijemur kebawa tukang sampah, ada sapi mati di kawasan industri dan nguburnya pake dozer, kita hadepin semuanya bareng-bareng. karena maintenance adalah pekerjaan yang ga bisa berenti. selalu ada aja masalah di lapangan.

disini bagian serunya, masalah setiap harinya beda. dan ini pengalaman baru buat gw. jadi gw ngga harus bergelut sama desain, sepanjang hari di depan komputer yang bukan gw banget lah. lagian gw juga sadar diri gambar gw jelek, ga mungkin jadi anak desain.hahaha.

banyak banget momen dramanya juga disini. waktu masih di easton apalagi. segala omelan dari pak endang gara-gara rumput median jalan utama pada kering, hitungan harga satuan yang salah dan disuruh ngitung lagi, selama masih deket pak endang udah deh hidup ga pernah tenang. meskipun dia galak tapi semua yang diajarin tentang strategi bisnis itu bener, sampe kuliah tentang kehidupan pun diajarin juga sama dia (dia suka manggil staff secara personal buat ngobrol di ruangannya , terus cerita-cerita tentang apa aja. kalo sama gw kebanyakan ngomongin keluarganya sama hobi fotografinya). 

dibalik sifatnya yang ngeselin, gw kaget banget begitu meeting awal tahun diumumin dia dipindahin ke bagian lain. padahal gw inget banget sehari sebelumnya menjelang pulang kantor dia manggil gw ke ruangannya, ngasih wejangan dan kita sama-sama bikin planning buat tahun depan.

setelah pengumuman itu, bos bos ke ruangannya pada ngasih salam. asli sedih banget. dan sorenya gw dipanggil, dia bilang makasih. dan nyuruh gw pindah ke blok h (dia ga mau gw di easton nanti jd double job sama bos yang baru). astaga, gw udah nahan - nahan supaya ga nangis. tapi akhirnya nangis juga pas mau pulang. ternyata yang lain juga ngerasa sedih dia dipindahin.

'pokoknya riz, suatu saat kamu pindah kerja dan butuh rekomendasi, kasih aja nomer saya' itu kalimat terakhir gw ngobrol sama dia. gimana ga nangis coba! pokoknya dia bos yang inspiring banget lah!

***
kalo di blok H, ada lagi nih yang jadi bapak gw, namanya babeh najib. paling senior disini. orangnya lucu banget. kalo ga kerja di lippo dia udah jadi pelawak kali. bayangin aja setiap dia ngomong semua orang ketawa. setiap hari kalo masuk ke blok H selalu mampir meja gw nyapa 'hai cantik' , 'anak babeh cakep banget hari ini', bukan cuma ke gw doang, tapi semua orang disapa. babeh membuat blok H jadi lebih lucu, lebih asik. setiap makan siang pun selalu bareng bareng, karena di kawasan industri ga ada yang seru, jadi jam istirahat kita selalu makan diluar, dan di sepanjang jalan ketawa-tawa.

i told you, rezeki itu ngga melulu soal uang :)

waktu gw sakit cacar ga masuk seminggu, seneng banget tiba-tiba dapet sms dari pak nyoman yang bilang get well soon. pak nyoman adalah orang yg jobnya multitasking dari mulai nyiapin tong sampah pesenan customer, bongkar pasang spanduk, servis alat-alat, semuanya lah pak nyoman yang turun tangan. di kantor pun sebenernya gw ga begitu deket sama pak nyoman karena dia tempat duduknya jauh. cuma yang gw tau pak nyoman adalah orang yang selalu senyum, ga pernah marah, ngomongnya halus dan kalo manggil gw pasti dengan sebutan mbak sis (mungkin dia ngira nama gw sisca, bukan rizka) hahaha. waktu baca sms itu rasanya seneng banget. orang yang ngga deket sama lo di kantor at least ngirim sms ucapan get well soon :')

gw belajar lagi ilmu baru, ternyata segampang itu ya bikin orang bahagia.

tapi gw yakin keadaan kayak gini ga akan bertahan selamanya, ganti atasan, ada yang resign, atau ganti jobdesk, kita selalu dihadapkan dengan perubahan. dan perubahan tanda masih hidup (lagi bener otaknya).

sekian cerita tentang pengalaman pertama kali kerja,
semoga ngga katarak ya bacanya kepanjangan.

 (Environment - Town Management Division. yang ditengah emang yang paling cantik.LOL)


Blok H, 15 Mei 2015.